ADS

Mad-Soc, Semacam Sorga

Barangsiapa mau menjadi penduduk Negeri Mad-Soc, atau Mad Society, akan mendapat kemerdekaan yang semerdeka-merdekanya. Bebas dalam arti sebenar-benarnya bebas. Jargon Freedom of Spech, Freedom of Expression, sungguh-sungguh kasatmata dan mewujud. Setiap orang punya peluang untuk menjadi dirinya atau mengaku bukan dirinya. Setiap orang boleh mengungkapkan isi hati apa adanya. Setiap orang punya wadah untuk mengekpresikan pikirannya tanpa filter, tanpa sensor, tanpa harus dikontrol oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri.

Di Mad Society tidak ada aturan, adat atau sistem kontrol bagi setiap orang untuk memanifestasikan isi perasaan dan muatan pikirannya. Ibarat media, setiap orang dapat menerbitkan korannya sendiri-sendiri, dapat menayangkan siaran tevenya sendiri-sendiri. Tidak harus berpikir untuk mempertimbangkan, menakar, menghitung resonansinya, atau mensimulasi akibat-akibatnya.

Mad Society ialah sorga. Setiap warganya punya peluang penuh untuk jujur atau curang. Untuk objektif atau subjektif. Untuk apa adanya atau menambahi. Silahkan mengutip ungkapan orang lain dengan mengurangi, mengubah, memotong-motong, memanipulasi dan mengeksploitasi, sesuai dengan visi misi Sampeyan. Ibarat pedagang sop buntut, kalau ada sapi lewat, silahkan potong buntutnya, untuk dimasak menjadi Sop Buntut sesuai dengan selera dan kepentingan masing-masing.

Pengurangan, penambahan, manipulasi dan eksploitasi itu silahkan dilakukan untuk berdagang tayangan, postingan dan edaran. Atau untuk menghantam lawan politik. Untuk mengutuk siapapun yang Sampeyan benci. Mem-bully siapapun yang Sampeyan dengki. Alhasil Mad Society membuka pintu selebar-lebarnya bagi kepentingan ekspresi, kreativitas, pelecehan, penghinaan Sampeyan kepada siapapun.

Misalnya kutip ayat AlQur`an, untuk teks goresan pena atau meme, ditambahi dengan pencantuman identitas kelompok yang Sampeyan musuhi, dikurangi kata dan kalimat yang kurang mendukung kepentingan Sampeyan, atau apapun saja Sampeyan merdeka:

Juluran Lidah Anjing
Oleh: Allah swt.
Sesungguhnya Kami tinggikan derajat kaum radikalis dan intoleran, tetapi mereka cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka perumpamaannya menyerupai anjing kalau kau menghalaunya diulurkannya lidahnya dan kalau kau membiarkannya ia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah”.

Sembilan Naga
Oleh: Tuhan Yang Maha Esa.
Dan ialah di kota itu sembilan orang laki-laki, Sembilan konglomerat, yang menciptakan kerusakan di muka bumi, yang membangun Meikarta dan reklamasi di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Sungguh mereka tidak berbuat kebaikan di bumi.

Pekak dan Tuli
Oleh: Rahman Rahim.
Sesungguhnya Presiden yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah Presiden yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. Sesungguhnya Presiden jenis itu, sama saja baginya, kau beri peringatan atau tidak kau beri peringatan, ia tidak juga akan percaya. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengarannya. Penglihatannya ditutup. Dan baginya siksa yang amat berat.

Penyakit Indonesia
Oleh: Gusti Allah
Dalam hati bangsa Indonesia ada penyakit, kemudian ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kau menciptakan kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang menyelenggarakan pembangunan, terutama infrastruktur". Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menciptakan kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Ulama Keledai
Oleh: Ilahi Rabbi
Perumpamaan kaum Ulama dan Intelektual ialah menyerupai keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal di punggung mereka. Amatlah buruknya perumpamaan kaum cendekia namun tiada manfaat bagi masyarakatnya. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang dhalim. Setiap mereka bersuara, melontarkan pernyataan dan membuatkan fatwa, itu ialah bunyi keledai. Sesungguhnya seburuk-buruk bunyi ialah bunyi keledai.

Pejabat Munafik
Oleh: Muhammad saw.
"Ciri-ciri Pemerintah dan pejabat-pejabat di Indonesia ada tiga: kalau berbicara ia berbohong, kalau berjanji ia mengingkari, dan kalau diberi amanah ia berkhianat"

Budaya Mad Society ialah wahana yang paling cemerlang untuk mengenali siapa dan bagaimana makhluk insan yang sebenarnya. Adalah arena penelitian yang subur fakta perihal hakikat isi batin manusia. Adalah medan riset yang memuat segala yang terbaik dan yang terburuk pada jiwa manusia.

Kalau Sampeyan ingin tahu betapa mulianya manusia, dan betapa kejinya manusia, masuklah ke wilayah Mad Society. Kalau Sampeyan berniat mendalami betapa suci dan kudusnya lubuk kalbu manusia, atau betapa kejam, lalim dan busuknya hati manusia, bergabunglah ke Mad Society.

Kalau Sampeyan bertugas untuk mendata perihal betapa semberononya cara insan memikirkan sesuatu, memandang dan menilai sesuatu. Betapa pendeknya sumbu logika manusia, betapa parsial dan sempit pita persepsi di struktur pikiran manusia. Betapa nafsu dan kepentingan pragmatis keduniawian insan sangat gampang mengalahkan logika sehat dan pikiran jernihnya. Betapa gagah beraninya insan mendustai dirinya sendiri, mengakali rakyatnya, membohongi Tuhan dan Nabinya. Betapa curang analisisnya, betapa ngawur dan serampangan persepsinya. Betapa culas dan serakah nafsu, amarah dan kebenciannya.

Tapi juga kalau Sampeyan ingin menyelami kebijaksanaan hidup, mengarungi kemuliaan jiwa, menatap dari jauh ufuk kesucian ahsanu taqwim, mencerdasi yang tersirat di balik yang tersurat, membuntuti “min haitsu la yahtasib”, mengagumi “wama romaita idz romaita walakinnallaha roma”, mengeksperimentasikan karma, “ngunduh wohing pakarti” serta “man ya’mal mitsqola draarotin khoiron wa syarron yaroh” – saya ucapkan selamat tiba di Zona Mad Society.

Bahkan Sampeyan boleh memanipulasi kata, kalimat dan konteks goresan pena ini untuk menghancurkan saya atau melempar kerikil panas ke jidat musuh Anda. *

Emha Ainun Nadjib
8 Agustus 2017
#Khasanah

Subscribe to receive free email updates:

ADS