Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang merasa punya Negara. Padahal Negara yang mereka maksud ialah Perusahaan. Yang memperniagakan kedaulatan mereka, menjual tanah dan air dan harta benda mereka. Untuk kepentingan kumpulan orang yang mereka mandati untuk mengurusi Negara. Yang kemudian dijadikan Perusahaan.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang tidak pernah mau mencar ilmu perihal beda antara Negara dengan Pemerintah. Kemudian rakyat itu secara bersiklus dan terus-menerus menentukan dan mengangkat Pemerintah, yang secara sengaja membangun kerancuan antara Negara dengan Pemerintah. Sehingga sewaktu-waktu bila punya kepentingan, Pemerintah itu mengaku dirinya sebagai Negara.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang tiap hari, tiap minggu, bulan dan tahun, selalu menitipkan impian kepada kumpulan orang yang tidak pernah bisa diharapkan. Yang sepanjang masa mengandalkan kelompok orang yang terbukti tak pernah bisa diandalkan. Yang menghabiskan waktunya untuk mempercayai gerombolan orang yang tidak pernah mengambarkan bahwa mereka bisa dipercaya.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang selalu sangat bersemangat menentukan pemimpin demi pemimpin. Yang kemudian ternyata bukan pemimpin, melainkan penguasa. Yang kemudian ternyata tidak hanya penguasa, melainkan penipu-penipu yang mengelabui rakyat dengan demokrasi, ekspo nasionalisme, sesumbar kesepakatan yang diingkari, kemajuan gincu dan banyak sekali kostum Agama untuk manipulasi. Sampai alhasil rakyat itu sendiri kelelahan menghitung jumlah pencuri di antara mereka yang dipercaya dan diamanati.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang melihat korupsi hanya pada urusan harta benda. Dan tidak pernah mau mencar ilmu kepada korupsi yang tersembunyi di balik kata-kata pidato dan pernyataan. Korupsi yang bahwasanya sangat transparan tampil bersama teladan pikir, cara melihat masalah, atau perilaku saat memperlakukan kenyataan. Korupsi yang bersembunyi di belakang aturan, kebijakan, ketetapan, keputusan, bahkan juga rekomendasi dan fatwa.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang terlalu simpel diperdaya oleh pencitraan. Terlalu simpel ditipu oleh penampilan. Terlalu tidak punya kontrol terhadap kelaliman di balik kesantunan. Terlalu tidak seimbang antara kemampuan analisis mereka terhadap bentuk-bentuk kemunafikan, dengan semakin membengkak dan maraknya jenis-jenis dan formula kemunafikan yang mengepung mereka.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang semakin hari semakin tipis kadar kewaspadaan mereka terhadap banyak sekali arus besar maupun kecil penindasan yang menimpa mereka. Semakin rendah kepekaan mereka terhadap kemudian lintas dan prosedur pencurian halus atas hak milik mereka, penghinaan yang sedikit demi sedikit atas harga diri mereka, serta pelecehan yang terukur atas kedaulatan dan martabat mereka sebagai rakyat.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang pengetahuannya hanya kepingan-kepingan dan eceran-eceran atas penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menguasai mereka. Rakyat yang tidak mencar ilmu mengerti bahwa mereka sedang ditelanjangi kerakyatan, kebangsaan dan kemanusiaan mereka. Rakyat yang tidak mengerti dan tidak ada gejala bahwa meraka akan pernah mengerti bahwa mereka tidak mengerti.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang tidak punya pertahanan pengetahuan perihal urusan mereka. Tidak punya kedaulatan ilmu perihal hak dan kewajiban mereka. Tidak punya resistensi budi dan nalar atas ancaman yang menindih mereka. Tidak punya saringan apapun yang memadai untuk membedakan antara arus yang menyejahterakan atau memiskinkan mereka. Yang menyelamatkan atau menghancurkan mereka. Yang membawa mereka ke gunung tinggi kemashlahatan atau yang menyorong mereka ke jurang kehancuran.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang bersedia bermusuhan satu sama lain demi membela organisasi atau tokoh-tokoh yang menipu mereka. Rakyat yang siap bertengkar siang malam mempertahankan kepentingan forum atau idola-idola yang memanfaatkan mereka, menginjak bahu bahkan kepala mereka demi mencapai kepentingannya. Rakyat yang siaga bertempur dan berani mati membela sesuatu yang mereka tidak pahami, mempertahankan nilai yang mereka tidak mengerti, bahkan membarikade pertahanan bagi orang-orang yang mereka sangka pemimpin, padahal penghancur nasib mereka.
Apa yang bisa diandalkan dan diperlukan dari rakyat yang alasannya ialah dikuasai maka mereka pun ingin bergabung dalam kekuasaan. Yang hartanya dicuri maka mereka pun ingin turut mencuri. Yang hak miliknya diserobot maka mereka pun mencari peluang untuk juga bisa menyerobot. Yang alasannya ialah jalannya dipotong maka mereka pun mencar ilmu memotong. Yang alasannya ialah hidupnya dicurangi maka mereka pun melatih naluri dan spontanitas untuk juga berbuat curang, semenjak keluar dari pintu rumah, di jalanan, di kantor, di gedung-gedung, di segala urusan, termasuk di rumah-rumah ibadah, bahkan menyelipkan kecurangan di dalam doa-doa mereka.
Yogya, 18 September 2017
Emha Ainun Nadjib
#Khasanah
https://www.caknun.com/2017/andalan-dan-harapan-rakyat/